10 Ciri-Ciri Konten Viral yang Harus Anda Ketahui

Pendahuluan

Dalam era digital yang semakin berkembang, konten viral telah menjadi salah satu elemen krusial dalam strategi pemasaran dan komunikasi. Konten yang viral tidak hanya mengundang perhatian, tetapi juga dapat meningkatkan visibilitas merek, mendapatkan banyak pengunjung, dan membangun komunitas yang loyal. Namun, apa sebenarnya yang membuat konten bisa viral? Apa saja ciri-ciri yang perlu Anda ketahui agar konten yang Anda buat dapat menjangkau audiens yang lebih luas?

Dalam artikel ini, kami akan membahas 10 ciri-ciri konten viral lengkap dengan penjelasan mendalam, contoh nyata, serta kutipan dari para ahli.

1. Emosional

Konten yang mampu menggugah emosi pembaca cenderung lebih mudah untuk viral. Konten yang menyentuh hati, menghibur, atau bahkan menggugah kemarahan bisa memicu reaksi yang lebih besar. Contohnya adalah video yang menampilkan tindakan kebaikan atau keberanian, seperti yang sering kita lihat dalam kampanye amal.

Kutipan Ahli: “Emosi adalah kekuatan pendorong yang paling kuat dalam berbagi konten. Konten yang tidak hanya informatif tetapi juga emosional lebih mungkin untuk dibagikan,” kata Dr. Susan Weinschenk, seorang psikolog perilaku dan pakar dalam bidang pemasaran.

2. Original

Menghadirkan perspektif atau ide baru sangat penting untuk menciptakan konten yang viral. Konten yang orisinal akan lebih menarik perhatian. Misalnya, meme atau tren yang unik bisa dengan cepat mencapai popularitas di media sosial.

Contoh

Salah satu contoh adalah video TikTok yang memperkenalkan gerakan tarian baru atau tantangan unik, yang kemudian diadopsi oleh banyak pengguna lainnya, menciptakan efek bola salju.

3. Relevan dengan Trends

Mengaitkan konten Anda dengan isu atau tren terkini dapat mendatangkan banyak perhatian. Konten yang berhubungan dengan berita terbaru, selebriti, atau event besar biasanya mendapat sorotan lebih.

Contoh

Saat musim piala dunia, banyak konten yang muncul dengan tema sepak bola, baik itu meme, video lucu, atau analisis pertandingan. Ini merupakan contoh bagaimana keterkaitan dengan momen tertentu dapat meningkatkan reach.

4. Bermanfaat

Konten yang memberikan nilai tambah bagi audiens akan lebih diingat. Informasi yang praktis dan tips yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari akan lebih mungkin dibagikan.

Studi Kasus

Misalnya, artikel yang memberikan tips tentang cara mengelola keuangan pribadi saat pandemi COVID-19 lebih mungkin dishare karena banyak orang mencari solusi praktis dalam situasi sulit.

5. Menghibur

Konten yang menghibur, baik melalui humor, cerita menarik, atau sesuatu yang unik, memiliki daya tarik besar. Meme lucu, video prank, atau komedi situasi sering kali menjadi sangat viral.

Contoh

Video YouTube yang menunjukkan reaksi insan terhadap kejadian lucu biasanya cepat menyebar di kalangan pengguna dalam waktu singkat.

6. Visual yang Menarik

Visual yang menawan dan berkualitas tinggi dapat menarik perhatian lebih dari sekadar teks biasa. Infografis, gambar, dan video dengan kualitas tinggi memiliki daya tarik visual yang lebih kuat, sehingga lebih mungkin untuk dibagikan.

Statistik

Menurut sebuah studi oleh BuzzSumo, konten dengan gambar menghasilkan 94% lebih banyak tayangan dibanding konten tanpa gambar.

7. Cerita Menarik

Orang cenderung terhubung dengan cerita. Konten yang disajikan dalam bentuk narasi yang kuat, dengan karakter dan plot yang menarik, lebih mungkin untuk menarik perhatian dan dibagikan oleh pengguna.

Contoh

Film pendek yang menggagas suatu tema sosial yang relevan, seperti kesetaraan gender atau isu lingkungan, sering kali membangkitkan minat dan diskusi.

8. Kompatibilitas dengan Platform Sosial

Setiap platform sosial memiliki karakteristik yang berbeda. Konten yang dibuat dengan memperhatikan format dan audiens dari platform tersebut biasanya lebih mendapatkan engagement. Misalnya, video pendek sangat sesuai untuk TikTok, sementara gambar lebih baik untuk Instagram.

9. Ajakan untuk Berbagi

Kadang-kadang, untuk membuat konten lebih viral, Anda perlu meminta audiens untuk berbagi. Memasukkan elemen ajakan dalam konten, seperti “bagikan jika Anda setuju” atau “tag teman Anda,” bisa meningkatkan kekuatan penyebaran konten.

Studi Kasus

Sebuah kampanye sosial yang mengajak pengguna untuk membagikan konten mereka untuk meningkatkan kesadaran tentang isu tertentu sering kali berhasil menarik perhatian banyak orang.

10. Interaksi dan Keterlibatan

Konten yang mendorong interaksi, baik melalui komentar, like, atau share, memiliki peluang lebih besar untuk viral. Mengadakan kontes atau kuis yang melibatkan audiens juga dapat meningkatkan keterlibatan.

Contoh

Penggunaan polling di Instagram Stories atau tantangan hashtag di Twitter bisa menciptakan buzz dan meningkatkan interaksi.

Kesimpulan

Memahami ciri-ciri konten viral sangat penting dalam strategi pemasaran digital Anda. Menciptakan konten yang emosional, orisinal, relevan, bermanfaat, menghibur, memiliki visual menarik, disajikan dalam bentuk cerita, kompatibel dengan platform, mengajak berbagi, serta mendorong interaksi adalah langkah-langkah kunci untuk menciptakan konten yang berhasil mencapai audiens yang lebih luas.

Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, Anda tidak hanya meningkatkan potensi konten Anda untuk menjadi viral, tetapi juga membangun kredibilitas dan kepemimpinan pemikiran dalam industri Anda. Ingatlah bahwa setiap konten adalah sebuah kesempatan untuk terhubung dan menciptakan dampak positif di dunia digital.

Tindakan Selanjutnya

Sekarang, waktunya untuk mulai membuat konten Anda sendiri. Apakah Anda siap untuk menerapkan 10 ciri-ciri ini? Buatlah rencana konten yang menarik dan lihat bagaimana pengalaman unik Anda dapat menarik perhatian audiens yang lebih luas.